Pemkab Bandung Siapkan 20 Kolam Retensi untuk Redam Banjir Citarum

Berita / 28-Apr-2026




Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat langkah strategis dalam mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum. Di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna, penanganan banjir tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan terpadu yang mencakup pembangunan infrastruktur hingga kolaborasi lintas sektor. Salah satu fokus utama adalah pembangunan kolam retensi yang berfungsi sebagai penampung sementara debit air saat curah hujan tinggi, sehingga dapat mengurangi risiko luapan ke permukiman warga. Kabupaten Bandung sendiri diketahui menjadi salah satu wilayah rawan banjir akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.

Dari total kebutuhan sekitar 20 kolam retensi, saat ini baru sebagian yang telah terealisasi. Pemerintah daerah pun terus mendorong percepatan pembangunan dengan menjalin koordinasi intensif bersama pemerintah pusat, termasuk dalam hal pembebasan lahan dan pendanaan proyek. Selain kolam retensi, langkah lain seperti normalisasi sungai dan perbaikan tata ruang juga menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang. Kondisi sedimentasi tinggi di Sungai Citarum turut memperparah situasi karena mengurangi kapasitas tampung air, sehingga saat hujan deras, potensi banjir meningkat signifikan.

Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, Pemkab Bandung juga mengusung pendekatan kolaboratif melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Langkah ini dinilai penting mengingat penyebab banjir sangat kompleks, mulai dari kiriman air dari wilayah lain, keterbatasan saluran, hingga persoalan sampah. Dengan kombinasi pembangunan 20 kolam retensi dan sinergi berbagai pihak, pemerintah berharap penanganan banjir di kawasan Citarum dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu meminimalkan dampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat.

 

 

pic source: kompas.com


Program