Berita / 04-Feb-2026
Meningkatnya kasus virus Nipah di India membuat sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan. Di negara bagian West Bengal, infeksi virus ini bahkan sudah menimbulkan kematian, sehingga perhatian terhadap penyakit yang dikenal sangat mematikan ini menjadi serius di tingkat internasional. Virus Nipah memiliki tingkat kematian pada manusia yang tinggi, mencapai 40% hingga 75%, sehingga setiap laporan kasus langsung menjadi sorotan bagi otoritas kesehatan di negara tetangga.
Sebagai langkah antisipasi, negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura memperketat pengawasan di pintu masuk internasional, termasuk bandara. Pemeriksaan tidak hanya meliputi pengecekan dokumen perjalanan, tetapi juga skrining kesehatan, pengecekan suhu tubuh, dan pengujian medis bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak. Tujuannya jelas: mencegah penyebaran virus Nipah ke luar India, apalagi menjelang periode perjalanan tinggi seperti Tahun Baru Imlek, ketika mobilitas masyarakat meningkat pesat.
Virus Nipah sendiri termasuk virus zoonotik, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Penularan utamanya terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus, baik melalui air liur, urin, maupun kotoran. Penularan antar manusia memang jarang, tetapi tetap bisa terjadi, terutama di lingkungan dengan kontak dekat atau fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan protokol ketat. Karena itulah kewaspadaan dan langkah pencegahan menjadi sangat penting.
Infeksi virus Nipah pada manusia dapat menimbulkan gejala serius. Awalnya pasien mungkin mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan gangguan kesadaran, yang kemudian bisa berkembang menjadi ensefalitis, yaitu peradangan pada otak yang berpotensi fatal. Anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius. Tanpa perawatan medis yang tepat, infeksi ini bisa berujung pada kematian.
Meski saat ini penyebaran virus Nipah di India belum terlalu luas dan jumlah orang terdampak masih relatif rendah, risiko penularan tetap ada. Oleh karena itu, pihak berwenang di negara tetangga serta masyarakat diminta untuk tetap waspada. Beberapa langkah sederhana namun penting meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi membawa virus, dan segera melaporkan gejala yang mencurigakan.
Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa penyakit zoonotik—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Pencegahan dini, kesiapsiagaan otoritas kesehatan, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko wabah. Dengan pemahaman yang baik tentang cara penularan dan gejala virus Nipah, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah tepat untuk melindungi diri, keluarga, dan komunitas di sekitarnya.
pic sources: sindonews.com
© by DuniaDataDigital