Berita / 05-Mar-2026
Lima kabupaten dan kota di Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan menyusul meningkatnya jumlah hotspot akibat cuaca kering yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, daerah yang sudah menetapkan status ini adalah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak, dan Kampar. Ia menjelaskan di Pekanbaru, Kamis 5 Maret 2026, bahwa keputusan ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Jim menekankan perlunya langkah-langkah pencegahan dan mitigasi. Pemerintah daerah diimbau menggelar apel siaga karhutla yang melibatkan semua pihak terkait, meningkatkan pengawasan dan patroli terhadap titik panas, serta memastikan penanganan segera ketika api muncul agar tidak meluas. Sosialisasi kepada masyarakat juga penting, terutama agar mereka tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik melalui camat maupun kepala desa dan lurah.
Selain itu, seluruh sumber daya, termasuk personel, alat, dan anggaran operasional, harus siap digunakan untuk pencegahan dan pemadaman. Kerja sama antara instansi dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat, termasuk upaya pembasahan di lahan-lahan yang rawan terbakar.
Hingga awal 2026, BPBD Riau mencatat 11 kabupaten dan kota terdampak karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1041,74 hektare. Daerah terdampak mencakup Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
pic sources: metrotvnews.com
© by DuniaDataDigital